Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia menanggapi tuduhan Indonesia soal beberapa perusahaan Malaysia yang disebut menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Perindustrian Utama Malaysia, Teresa Kok, mengaku 'sangat prihatin' dengan langkah yang diambil Indonesia terhadap empat perusahaan Malaysia.
Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (14/9/2019), Kok menyebut tuduhan yang diarahkan Indonesia terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia ini sangat serius karena berdampak kontra-produktif terhadap status bisnis perusahaan yang bersangkutan.
"Mereka telah mengikuti dan mengadopsi praktik-praktik pengolahan berkelanjutan dan bersertifikat, melalui Malaysian Sustainable Palm Oil, Roundtable for Sustainable Palm Oil, dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), atau kombinasi dari sistem sertifikasi yang diakui secara internasional ini," jelasnya.
"Pihak-pihak yang familier dengan industri ini akan menyadari fakta bahwa tindakan pembakaran terbuka akan berdampak pada pencabutan status sertifikasi mereka tidak hanya di Indonesia, tapi juga operasional mereka secara menyeluruh, termasuk di Malaysia," ucap Kok.
Lebih lanjut, Kok menyatakan dirinya belum bisa berkomentar banyak soal penyelidikan dan laporan dari otoritas Indonesia, hingga departemennya mendapatkan akses penuh terhadap laporan penyelidikan yang dilakukan Indonesia.
